Sunday, April 10, 2011

Rakyat bukan tumbal negara



Indonesia sudah merdeka sejak 65 tahun yang lalu, tapi krisis ekonomi di negara ini masih terjadi kalau dulu di jajah secara fisik namun sekarang di jajah secara ekonomi oleh negara negara yang memberi pinjaman kepada Indonesia. Sehingga negara kita terbelit hutang yang sangat besar dengan luar negeri yang tampaknya tidak mungkin untuk bisa dilunasi oleh negara kita yang dampaknya hanya membuat rakyat banyak menjadi sengsara,angka kemiskinan dan pengangguran makin meningkat . Krisis ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi terus menerus negative dan inflasi lebih dari 50 persen.
Penyebab lain terjadinya krisis ekonomi adalah adanya KKN yang hanya menguntungkan kelompok atau group tertentu saja.Padahal Indonesia adalah negara yang memiliki potensi sumber daya alam yang kaya apabila di kelola dengan baik dan benar, maka bisa di pastikan sejak dulu kehidupan rakyat sudah makmur dan sejahtera serta hutang dengan negara lain akan bisa di lunasi, tapi yang terjadi malah asset asset negara di kuasai oleh investor asing.
Dapat di simpulkan apabila seorang pemimpin/penguasa tidak memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan mental yang sudah bekarat, maka akan lebih berpihak kepada pihak asing demi keuntungan pribadi dan kelompoknya (kekuasaaan identik dengan harta). Janji- janji manis sewaktu kampanye hanya untuk mengelabui rakyat karena begitu terpilih dan di nobatkan sebagai pemimpin maka akan nampak watak aslinya , jadi jelas bahwa maksud dan tujuan menjadi pemimpin/penguasa hanya untuk mengeruk dan menumpuk kekayaan pribadi saja dan nasib rakyatpun terlupakan. Di akhir ceritanya seorang pemimpin yang serakah akan tumbang oleh kekuatan rakyat dan yang menjadi tumbalnya adalah rakyat banyak.
Kenapa semuanya yang susah-susah itu harus di limpahkan pada rakyat kecil, buruh kecil dan kaum duafa, contohnya jika negara terlilit utang maka yang kena imbasnya masyarakat umumnya harga barang-barang melambung tinggi, pajak naik, semua kebutuhan pokok naik, contoh lainya jika suatu negara terjadi kemelut peperangan nasional maupun inter nasional yang maju duluan melawan musuh adalah rakya bukan menteri, jendral atau presiden, mereka para pemimpin ini malah asyik-asyikan minum kopi sama musuhnya, maka dari itu setiap pemimpin seharusnya dia benar-benar bertanggung jawab dan sayang pada rakyatnya. Jangan di bodohin terus rakyatnya bagaimana negara ini bisa maju, kalo pemimpinya seperti macan kurap. Memang sieh saya sebagai penulis tidak menuduh pemimpinya aja yang rusak, tapi memang rakyatnya juga emang senang di bohongi. Udah tau banyak ketimpangan yang terjadi di Indonesia, tapi kenapa kebanyakan dari kita hanya diam saja………………..!!!




Written by ariewayq